Tampilkan postingan dengan label SINCAN (Sinar Cendikiawan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SINCAN (Sinar Cendikiawan). Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

AMBIVALENSI KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

AMBIVALENSI KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN
DAN TEKNOLOGI
Oleh
Jumadi*
    
  Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) telah banyak mendominasi kehidupan manusia, termasuk interaksinya dengan alam sekitar dan sesamanya. Kemajuan Iptek banyak dijadikan sebagai tolak ukur menilai maju-tidaknya peradaban umat manusia di berbagai belahan dunia. Tidak mengherankan kalau akhirnya ilmu pengetahuan dan teknologi diagung-agungkan, dan setiap bangsa berlomba untuk memilikinnya. Tapi pertanyaan yang muncul adalah: Apakah Iptek merupakan pilihan satu-satunya bagi pengembangan peradaban manusia, bagi pemenuhan kebutuhannya dan untuk menjawab semua permasalahan yang dihadapinya? Dan apakah Iptek sama sekali tidak membawa serta sisi-sisi negative bagi manusia dan kehidupan pada umumnya? Dari kenyataan yang terjadi hingga sekarang ini, semakin disadari bahwa kemajuan yang semakin pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, selain membawa manfaat besar bagi kehidupannya, juga membawa serta didalamnya masalah-masalah etis yang  serius. Itulah ambivalensi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ambivalensi Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
1. Optimisme Kemajuan Ilmu
     Tidak dapat disangkal bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membawa kemudahan dalam kehidupan manusia. Ada cukup banyak hal yang sebelumnya tidak terbayangkan, sekarang menjadi kenyataan. Hal ini terjadi di banyak bidang kehidupan, seperti misalnya di bidang transportasi dan komunikasi, yang kini sangat memudahkan setiap orang untuk pergi atau melakukan komunikasi kepada banyak orang. Di bidang pelayanan kesehatan terjadi kemajuan sangat pesat, yang telah membuat hidup bisa lebih berkualitas dan meningkatkan umur harapan hidup. Hal yang utama bertambah dengan kemungkinan-kemungkinan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kemampuan manusia itu sendiri. Filsuf Inggris, Francis Bacon (1561-1623) sudah menyadari aspek penting ini dengan menekankan bahwa knowledge is power. Dan filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650) menuliskan sebuah keyakinannya di bagian akhir salah sau bukunya, bahwa umat manusia bisa menjadi “penguasa dan pemilik alam”. Kepercayaan akan kemajuan ilmu pengetahuan menjadi sangat kentara dalam pemikiran filsuf Perancis, August Comte (1798-1857), yang memandang zaman ilmiah- yang disebutnya “zaman positip”- sebagai puncak dan titik akhir eseluruh sejarah. 

LUNTURNYA MAKNA BHINEKA TUNGGAL IKA BAGI MASYARAKAT INDONESIA


Oleh: Muhammad Editya Perdana*
1. Pengertian dan Sejarah
Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia.Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Diterjemahkan per patah kata, kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Kata neka berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti "satu".Kata ika berarti "itu". Dan secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Bhineka tunggal ika merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.
Munandar (2004:24) dalam Tjahjopurnomo S.J. mengungkapkan bahwa sumpah palapa secara esensial, isinya mengandung makna tentang upaya untuk mempersatukan Nusantara. Kemudian dilanjutkan dengan adanya Sumpah Pemuda yang tidak kalah penting dalam sejarah perkembangan pembentukan Jati Diri Bangsa ini. Sumpah Pemuda secara historis merupakan rangkaian kesinambungan dari Sumpah Palapa yang terkenal itu, karena pada intinya berkenaan dengan persatuan, dan hal ini disadari oleh para pemuda yang mengucapkan ikrar tersebut, setelah Sumpah Palapa.Para pemuda pada waktu itu dengan tidak memperhatikan latar kesukuannya dan budaya sukunya berkemauan dan berkesungguhan hati merasa memiliki bangsa yang satu, bangsa Indonesia.Ini menandakan bukti tentang kearifan para pemuda pada waktu itu.Dengan dikumandangkannya Sumpah Pemuda, maka sudah tidak ada lagi ide kesukuan atau ide kepulauan, atau ide propinsialisme atau ide federaslisme.Daerah-daerah adalah bagian yang tidak bisa dipisah-pisahkan dari satu tubuh, yaitu tanah Air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.Sumpah Pemuda adalah ide kebangsaan Indonesia yang bulat dan bersatu,
Pada saat kemerdekaan diproklamirkan, 17 Agustus 1945 yang didengungkan oleh Soekarno-Hatta, kebutuhan akan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia tampil mengemuka dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar Negara RI. Sejak waktu itu, Sumpah Palapa dirasakan eksistensi dan perananya untuk menjaga kesinambungan sejarah bangsa Indonesia yang utuh dan menyeluruh. Seandainya tidak ada Sumpah Palapa, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) akan dikoyak-koyak sendiri oleh suku-suku bangsa Nusantara yang merasa dirinya bisa memisahkan diri dengan pemahaman federalisme dan kedaerahan yang berlebihan. Gagasan-gagasan memisahkan diri sungguh merupakan gagasan dari orang-orang yang tidak tahu diri dan tidak mengerti sejarah bangsanya, bahkan tidak tahu tentang “jantraning alam” (putaran zaman) Indonesia.

MEMBAKAR KEMBALI SEMANGAT SUMPAH PEMUDA

MEMBAKAR KEMBALI SEMANGAT SUMPAH PEMUDA
Oleh
ADAM DWI CITALAKSANA*

Semenjak lahirnya Budi Utomo pada awal abad ke-20 atau lebih tepatnya pada tanggal 20 mei 1908 dan kemudian dijadikan menjadi hari lahirnya kebangkitan nasional, kelahiran Budi Utomo ini memberikan dampak yang baik dan direspon oleh pemuda Indonesia dengan munculnya organisai-organisasi kepemudaan dan himpunan pemuda maka semenjak itulah pemuda yang mayoritas dari kalangan mahasiswa sadar bahwasannya berperang melawan penjajah tidak lagi harus menggunakan senjata melainkan dengan menggunakan akal, pikiran, tekad niat dan juga persatuan.
            Ketika itu pula pemuda sadar bahwa sifat kedaerahan yang selama ini masih tertanam di benak mereka akan menghambat cita-cita yang hendak mereka capai. Begitu juga dengan sifat ketergantungan kepada pemimpin akan menjadi kendala bagi mereka untuk meraih kemerdekaan. Atas dasar inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya kongres pemuda.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 malam, di Indonesische Clubgebouw yang penuh sesak, ribuan pemuda mendengar pidato penutupan Kongres Pemuda Indonesia ke-dua dan sekaligus mendengar lantunan lagu “Indonesia Raya” dari biola WR. Soepratman.
Menjelang penutupan, Muhammad Yamin, yang saat itu berusia 25 tahun, mengedarkan secarik kertas kepada pimpinan rapat, Soegondo Djojopoespito, lalu diedarkan kepada para peserta rapat yang lain. Siapa sangka, dari tulisan tinta Yamin di secarik kertas itulah tercetus gagasan Sumpah Pemuda.
Sumpah itu lalu dibaca oleh oleh Soegondo, lalu Yamin memberi penjelasan panjang lebar tentang isi rumusannya itu. Pada awalnya, rumusan singkat Yamin itu dinamakan “ikrar pemuda”, lalu diubah oleh Yamin sendiri menjadi “Sumpah Pemuda”. Berikut isi Sumpah Pemuda itu:
¨ Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia
¨ Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
¨ Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

SEPAKBOLA SEBAGAI MEDIA PEMERSATU BANGSA

        SEPAKBOLA SEBAGAI MEDIA PEMERSATU BANGSA
Oleh
Irwan Sofyan Siregar*


   Cikal bakal rasa nasionalisme bangsa yang besar dengan beragamnya suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke pernah digunakan sebagai alat perjuangan bagi pemersatu bangsa. Begitu juga dengan olahraga yang telah mempersatukan bangsa begitu jua yang telah membuat permusuhan.
           Olahraga telah dikenal oleh banyak orang dari zaman dulu sampai sekarang sehingga olahraga ketenarannya tetap terjaga. Begitu banyaknya sesuatu yang dilakukan untuk pemersatuan bangsa lewat olahraga seperti olympiade, pon, asian games dll. Begitu Banyak juga kegiatan, organisasi yang berdiri karena olahraga ini dan berbagai club olahraga. Misalnya sesuatu yang dilakukan Baron Piere de Fredi Coubertin warga Perancis, dia menghidupkan kembali olympiade dengan tujuan pemersatuan bangsa di seluruh dunia.
Disisi lain Indonesia juga melakukan sesuatu perhimpunan, kegiatan untuk pemersatuan bangsa. Salah satunya tengok saja sejarah panjang lahirnya tiga organisasi tertua di Tanah Air yaitu perkumpulan olahraga Indonesia Moeda, PSSI, dan Pelti yang telah hadir di bumi persada ini sebelum dan sesudah lahirnya Boedi Utomo tahun 1908 meski awalnya kehadiran mereka masih bersifat kesukuan. Dan Itu fakta sejarah yang ada yaitu mereka yang masih bersifat individual. Tetapi itu tidak masalah karena tujuannya memang untuk mempersatukan bangsa.
Tiga tahun seusai dwitunggal kita Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan 17-8-1945, lahir Pekan Olahraga Nasional Pertama (1948) yang tujuannya tidak lain adalah memperkuat dan mempererat lagi rasa kesatuan dan persatuan bangsa.
 Kepedulian terhadap sejarah perjuangan bangsa ini menghasilkan era keemasannya olahraga kepemimpinan Bung Karno sebagai presiden pertama yang tidak pernah lupa atau kabur dengan sejarah perjuangan bangsa ini berhasil mengangkat prestise bangsa maupun prestasi atletnya. Tetapi di mana posisi prestasi olahraga kita saat ini. Jangan lagi kita bicara tingkat Asia, di tingkat Asia Tenggara saja kita bahkan sudah tertinggal jauh dari Thailand dan Malaysia, bahkan mulai terkejar oleh negara yang baru usai perang saudara berkepanjangan,
Olahraga pada umumnya dan Sepakbola pada khususnya, sebenarnya merupakan wahana yang tepat sebagai alat pemersatu bangsa ini, yang akhir2 ini semakin diwarnai pesimisme. ketika banyak diwarnai kekerasan, kecurigaan, dan sarat kepentingan berbagai pihak dan golongan.

FILSAFAT ILMU EKONOMI

FILSAFAT ILMU EKONOMI
Oleh : Muhammad Adam*
Part 1
Kegelisahan itu sempat timbul ketika banyak Anak-anak himpunan yang hanya mengaitkan ilmu filsafat dengan membahas mengenai adanya Tuhan, sementara pemahaman mengenai filsafat sendiri yaitu membahas mengenai seluruh fenomena kehidupan & pemikiran Manusia secara kritis serta di jabarkan dalam konsep mendasar, sehingga sayapun berfikir mengapa tidak lebih memperkenalkan  filsafat di dalam ilmu Ekonomi  yang lebih sesuai dengan bidang keilmuan anak-anak himpunan fakultas Ekonomi dan bisnis. Sehingga sayapun mencoba sedikit berbagi mengenai filsafat ilmu ekonomi kepada mereka yang seharusnya tahu.
Disini kita akan membahas dimulai dari pemahaman filsafat ilmu itu sendiri, dimana filsafat ilmu  merupakan bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai Hakikat ilmu. Ini merupakan bidang yang yang membahas mengenai dasar-dasar Filsafat, Asumsi dan implikasi dari ilmu yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu social, filsafat ilmu memiliki kaitan yang sangat erat terhadap epistemologi dan ontologi, ilmu berusaha menjelaskan tentang apa dan bagaimana alam sebenarnya dan bagaimana teori ilmu pengetahuan dapat menjelaskan  fenomena yang terjadi di alam. Untuk tujuan ini, ilmu menggunakan bukti dari eksperimen, deduksi logis, serta pemikiran rasional untuk mengamati alam dan individu di dalam suatu masyarakat.
Salahsatu konsep mendasar mengenai filsafat ilmu yaitu empirisme, atau ketergantungan terhadap bukti. Empirisme adalah cara pandang bahwa ilmu pengetahuan diturunkan dari pengalaman yang kita alami selama hidup, disini pernyataan ilmiah berate harus berdasarkan dari pengamatan dan pengalaman. Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji dengan metode empiris, melalui berbagai pengamatan dan eksperimentasi.yang kemudian setelah pengamatan dan eksperimentasi ini dapat selalu diulang dan mendapat hasil yang konsisten, hasil ini dapat di anggap sebagai sebuah bukti yang dapat di gunakan untuk mengembangkan teori-teori yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena Alam.