| Foto : Istimewa |
Minggu, 11 Juni 2023
Tersesat Di Jalan Yang Benar
Sabtu, 03 Juni 2023
Tinta yang sempat Terputus : Titik Nol
| Foto : Istimewa |
Kamis, 16 Juni 2016
Ajari Aku Tuhan
Banyak cara Tuhan untuk mengasihi kita sebagai umatnya. dengan memberikan kita kecukupan, memberikan kita kekurangan, memberikan kita arti kehidupan serta memberikan kita rasa cinta.
ya....
Terkadang kita yang terlalu egois dengan diri kita sendiri. Egois dengan apa kehendak kita yang harus terpenuhi, egois dengan semua keinginan yang tak ada habisnya, sampai sampai kita lupa bahwa semua yang telah kita miliki saat ini adalah dari-NYA.
Tuhan memberikan kita rasa kasih, agar kita selalu mengingat-Nya. Tuhan memberikan kita kecukupan agar kita selalu bersyukur kepada-Nya, dan Tuhan memberikan kita rasa Cinta agar kita senantiasa mencintai-Nya.
Banyak cara kita untuk mencintai-Nya, mungkin dengan bersyukur, mungkin dengan menjalankan perintah-Nya, atau mungkin juga dengan Mencintai serta mengagumi ciptaan-Nya.
Banyak dari kita yang lupa bahwa Cinta sejati itu adalah milik-Nya, Cinta yang Haqiqi itu hanyalah kepada-Nya. Semua yang kita Cintai haruslah di dasari oleh kecintaan kita kepada-Nya.
Begitu juga dengan Rasa Cinta kita kepada manusia, Cinta yang harus didasari oleh Kecintaan kita kepada-Nya, tetapi mungkin dalam setiap rasa cinta itu, ada sisi-sisi kemanusiaan seorang manusia yang jauh dari kata sempurna.
Yang harus selalu kita yakini bahwa Cinta itu akan sempurna bila rasa cinta kita kepada manusia, selalu didasari oleh Kecintaan kepada-Nya.
Tuhan..
ajari aku untuk selalu Istiqomah dijalan-Mu, Ingatkan aku ketika aku telah jauh dari jalan-mu, dan bimbinglah aku untuk selalu mencintai ciptaan-mu karena Rasa cintaku Pada-Mu.
~V
Kamis, 19 November 2015
Surat Untuk Ibu
Dimana aku bersandung tentang dukamu
Inilah laguku untukmu ibu
Sekedar pengharapanku agar kau tahu
Setulus kewajibanku sebagai seorang anak
Membingkai kenangan kita
Butiran-butiran kenangan perjalanan waktu
Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu
Diujung pintu rumah ku berlalu
Menahan pilu tentang kehilangan dirimu
Tapi jalan hidup adalah nuansa
Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaran yang sempurna
Ber-antah logika yang harus kuterima
Logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara
Tentang fakta, tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya Syurga
Bahasa kasih sayang dari keharuman Madinah
Di setiap pertarungan sisi hati yang ingin menyapa hidayah
Hidayah dari sebuah permata
Yang membakar batas peradaban dunia
Sudahkah kau mau mengerti ? Tentang Ikhlasnya hatiku
Tentang Alloh dan kebenaranNya sentuhi ruang hatiku
Ku tak pernah bermaksud menyakitimu (ibu).
Tapi inilah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan
Nurani yang memanggil jiwaku …
Salahkah aku bertanya tentang Trinitas
Atau tentang Tuhan yang kecewa kepada pohon Ara
Atau legenda sang Rasul pembohong di Antiokia
Lalu siapakah Lord dan pornografi incest dalam cerita Kejadian ?
Dan nabi seperti apakah yang telanjang di depan budak perempuan para hambanya
Seperti Apsalon yang menzinai gundik ayahnya, di depan mata seluruh Israel
Skematis rasis di pintu Samaria
Dan perempuan Kana’an yang teraskan anjing pramuria
Beri celah antara kerancuan dan kitab tercabul melebur zina
Bagi Tuhan yang bahkan masih bisa tertidur dan menangis ketakutan
Bacakanlah doktrin itu Ibu, Dogma tritunggal yang membohongi fakta
Hingga misteri laki-laki yang bersinar dari pegunungan Paran
Generasi cahaya Robbani dari revolusi suku Edar
Dan mimpi Yesaya atas kedatangan pasukan onta
Maka aku bersaksi Ibu, Diatas ketulusan hati ini
~ Bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan nabi Muhammad itu utusan Alloh ~
By : Thufail Al-Ghiffari
Sabtu, 07 November 2015
Rintik Hujan dan Secangkir Kopi Kehidupan.
Ciputat, 7 November 2015
Hari ini Ciputat akhirnya kembali merasakan sejuknya tetesan air hujan.
Rintik rintik hujan itu seakan mengisyaratkan bahwa Tuhan masih memberikan kasih sayangnya untuk kota kecil ini.
Ketika menyoal tentang hujan, terbesit di fikiranku ini tentang sebuah cerita, cerita yang akan mengajarkan kita tentang hidup, tentang hidup di dalam kehidupan, tentang menghidupi kehidupan dan tentang kehidupan itu sendiri.
Hidup tak selalu terasa manis, terkadang ada saatnya dimana engkau harus menikmati pahitnya hidup itu sendiri, Karena Seorang penyair pernah berkata, Setidaknya kita bisa belajar makna hidup dari secangkir Kopi, ada pahit dan manis bercampur menjadi satu yang membuatnya menjadi sempurna.
Sebenarnya banyak makna dari hal-hal kecil yang sering terlewatkan oleh kita,
Tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyadari bahwa kasih sayang Tuhan akan selalu ada untuk kita, entah itu dari rintik hujan, ataupun secangkir kopi kehidupan.
Selasa, 15 September 2015
SKENARIO KEHIDUPAN
Skenario Kehidupan
Terkadang, ketika kita dihadapkan kepada suatu hal yang mengharuskan kita memilih, Kita cenderung akan memilih mana yang terbaik bagi diri kita. Sebenarnya tidak ada yang salah dalam hal ini, hanya saja terkadang kita lupa bahwa yang terbaik bagi kita itu belum tentu terbaik bagi orang lain.
Dalam hidup, tidak jarang kita menemukan hal-hal yang membuat kita terkekang, terbebani dan bahkan menjadikan kita seperti tidak mempuyai pilihan. Tetapi hal ini yang nantinya akan menjadi sebuah jembatan bagi kita untuk menilai seberapa dewasakah diri kita.
Berbicara soal kedewasaan, itu tidak dapat kita ukur dari berapa tuakah umur kita, tetapi kedewasaan yang sesungguhnya akan didapat melalui pengalaman hidup yang kita jalani.
Banyak orang yang berkata bahwa hidup ini hanyalah sebuah panggung dimana kita melakukan sebuah peran yang mengharuskan kita mengikuti sebuah skenario yang telah ada. Skenario yang telah diciptakan untuk membawa kita mencapai akhir dari adegan di dalam panggung kehidupan ini.
Bagiku hidup ini memang sebuah scenario Tuhan, tetapi tidak semua dari scenario yang ada serta merta harus kita ikuti alurnya. Adakalanya scenario ini harus kita koreksi agar dapat menciptakan sebuah jalan cerita yang lebih menarik, dan pastinya dengan akhir cerita yang bahagia.
Berbicara soal kehidupan, manusia dalam kehidupannya memiliki jalan sendiri-sendiri untuk melakukan scenario hidupnya.
Untuk menjalaknan scenario tersebut, manusia tidak bisa terlepas dari scenario hidup orang lain disekitarnya.
Kunci untuk menjalankan scenario ini adalah dengan dengan mencoba memahami scenario hidup orang lain agar kita tahu dimana akan terjadi cerita yang sama dan bagian mana yang akan menjadi klimaks dari cerita yang akan kita jalani.
Cerita-cerita yang kita ciptakan dalam hidup ini nantinya akan menjadi sebuah film yang akan ditonton oleh orang lain ketika kita telah menyelesaikan scenario yang ada. Bagus atau tidaknya film yang telah kita ciptakan ini nantinya menjadi penilaian oleh orang-orang yang akan menontonnya.
Jadi, marilah kita jalankan scenario yang telah diciptakan oleh Tuhan. kita sunting bagian mana yang sekiranya perlu kita rubah dalam scenario tersebut., kita ciptakan sebuah film yang menarik dan memiliki cerita yang terbaik. Agar orang orang yang akan menonton film yang kita ciptakan ini dapat mengerti, dan mereka tahu bahwa film yang telah kita ciptakan itu adalah film terbaik bagi kita.
Ciputat, 16 september 2015
Rabu, 01 April 2015
Proses menuju Kedewasaan
Dalam hidup, tak jarang kita menemui kendala-kendala serta masalah yang seakan-akan membuat kita tak ingin lagi hidup di duina ini. Tetapi jika kita fikir dengan fikiran yang jernih, kendala dan masalah itulah sebenarnya yang akan membuat kita semakin Dewasa di dalam hidup ini.
Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, adakalanya kita dihadapkan dalam posisi yang sangat pelik, antara harus mengorbankan satu hal demi terwujudnya hal lain, sala satunya adalah WAKTU.
Ya.. Waktu kita untuk menikmati hidup seperti orang lain akan tersita demi sebuah tugas keumatan. Ini hanya salah satu dari sekian ribu contoh apa yang harus dikorbankan oleh seorang pemimpin. Tetapi ingatlah.... Semua itu tak akan sia-sia, karna dibalik itu semua Allah SWT pasti telah mempersiapkan sebuah jalan untuk kita, jalan untuk menjadi orang besar, jalan untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya, dan pastinya adalah jalan untuk menuju kepada-NYA. #RefleksiSeorangKader